Bab 0027: Tantangan Baru Segera Menanti
Orang itu berkata kepada Luan Jiyue bahwa seminggu kemudian dia harus berangkat, nanti akan dijemput, dan tiket pesawat pun sudah dibelikan. Luan Jiyue tak menyangka akan secepat ini harus meninggalkan tempat ini menuju Guangdong.
Di pihak Yi Yaojie pun keadaannya sama, mereka semua akan berangkat seminggu lagi.
Luan Jiyue berencana pulang ke rumah untuk berdiskusi dengan ibunya. Jika ibunya tidak setuju, maka dia akan bergabung ke tim Jilin.
Hari ini, Luan Jiyue seharian mengikuti pelajaran di sekolah. Sudah lama ia tidak merasakan suasana belajar seperti ini. Waktu pun berlalu cepat, hingga sore hari, usai salah satu pelajaran, Luan Jiyue menunduk di atas meja, tak bergerak, karena ia sedang memikirkan bagaimana cara membicarakan hal ini dengan ibunya di rumah. Bagaimana jika ibunya tidak setuju dirinya pergi ke tim Guangdong?
Hu Hanying melihat Luan Jiyue melamun, lalu menepuknya dan bertanya, "Ngapain sih?"
Luan Jiyue tersadar, lalu berkata, "Nggak apa-apa," kemudian duduk tegak, namun masih tampak melamun.
Hu Hanying berkata, "Kalau ada apa-apa ceritain saja ke aku, siapa tahu aku bisa bantu?"
Luan Jiyue memandangnya, untuk pertama kalinya ia menceritakan isi hatinya pada Hu Hanying. Setelah mendengarkan, Hu Hanying berkata, "Sebenarnya kamu nggak perlu khawatir, mana ada ibu yang melarang anaknya pergi meraih masa depan?"
Luan Jiyue mengangguk, "Iya juga," lalu dalam hati ia pun mantap mengambil keputusan.
Tak lama kemudian bel pulang sekolah pun berbunyi, Luan Jiyue mengangkat tasnya dan, luar biasa, ia malah memulai pembicaraan dengan Hu Hanying, "Terima kasih, ya." Hu Hanying tertegun, dalam hati ia berkata, ternyata dia bisa juga memulai bicara dengan orang lain, lalu berkata, "Sama-sama."
Setibanya di rumah, Luan Jiyue berkata, "Bu, orang dari tim bola basket profesional sudah menghubungi aku, katanya aku diminta bergabung..."
Belum selesai bicara, ibunya langsung berteriak, "Benarkah!? Wah, luar biasa! Anakku akhirnya sukses! Tim mana itu?"
"Sebenarnya ada beberapa tim yang menghubungi aku, tapi aku memilih tim Dongguan Guangdong," kata Luan Jiyue. "Seminggu lagi aku berangkat."
Begitu mendengar itu, ibunya berkata, "Nak, ke mana pun kamu pergi, ibu akan selalu mendukungmu! Nanti ibu akan menonton setiap pertandingamu!"
"Terima kasih, Bu!" kata Luan Jiyue dengan suara bergetar, "Nanti kalau aku nggak di rumah, ibu nggak kesepian, kan?"
"Sudah bertahun-tahun ibu hidup sendiri, nggak masalah kok!" jawab sang ibu.
Tiba-tiba Luan Jiyue memeluk ibunya, "Bu, terima kasih!" Air matanya pun menetes. Sebenarnya ia sangat berat meninggalkan ibunya, sebab selama bertahun-tahun ibunya membesarkannya seorang diri, sehingga ia merasa bersalah harus pergi meninggalkan ibunya.
Ibunya berkata, "Anak ini, sudah besar kok masih saja menangis! Jangan menangis lagi, ini justru saatnya bahagia!"
Luan Jiyue menghapus air matanya, dan malam itu ia mengobrol panjang dengan ibunya. Ibunya berpesan banyak hal, mulai dari bagaimana menyesuaikan diri dengan tim, membaur dengan rekan-rekan baru, dan banyak hal lainnya.
Keesokan harinya, hari tetap berjalan seperti biasa, Luan Jiyue mengikuti pelajaran di kelas dengan sangat serius. Sebab sebentar lagi, ia tidak akan belajar di sini lagi. Sementara itu, Yi Yaojie sudah tak sabar, dalam minggu itu hampir setiap hari ia berlatih tembakan tiga angka di lapangan atau di gedung olahraga.
Seminggu berlalu dengan cepat, tiba-tiba saja hari keberangkatan Luan Jiyue sudah tiba. Pagi itu, ia sarapan makanan buatan ibunya, yang untuk sementara waktu tak akan bisa ia nikmati lagi. Setelah makan, ia memeluk ibunya, lalu berangkat pagi-pagi ke sekolah untuk berpamitan dengan teman-temannya. Yi Yaojie juga datang, karena para anggota tim sudah berjanji akan melepas kepergian mereka berdua keesokan harinya.
Pada saat itu, Hu Hanying datang, Luan Jiyue bertanya, "Kenapa kamu datang?"
"Aku nggak boleh ngantar kamu pergi, ya?" kata Hu Hanying sambil mengeluarkan sebuah jersey basket dari tasnya. Ternyata jersey Harden! Ia menyerahkan jersey itu pada Luan Jiyue, "Aku sering lihat kamu nonton pertandingan si jenggot ini di ponsel, jadi aku beli bajunya buat kamu di internet. Nggak tahu kamu mau atau nggak, anggap saja ini hadiah perpisahan!"
Luan Jiyue menerima baju itu, lalu berkata pada Hu Hanying, "Terima kasih!"
Wajah Hu Hanying langsung memerah, ia menunduk. Entah kenapa, setiap melihat wajah Luan Jiyue, hatinya jadi hangat dan pipinya memerah. Yi Yaojie tertawa, "Aku dapat kenang-kenangan juga nggak?"
"Tentu saja ada!" Hu Hanying kembali mengeluarkan sebuah gelang tangan yang bertuliskan STEVEN CURRY, lalu menyerahkannya pada Yi Yaojie.
Yi Yaojie berkata, "Wow! Kamu ternyata tahu aku suka Curry!"
"Tentu saja! Waktu ngobrol kamu selalu sebut-sebut Curry! Aku ingat kok!" kata Hu Hanying.
Setelah saling bercakap sebentar, dua orang itu pun berpamitan kepada semua orang dan berangkat ke bandara. Sepanjang perjalanan mereka diam saja, bahkan Yi Yaojie yang biasanya ceplas-ceplos pun jadi lebih pendiam, hanya memandangi pemandangan di luar jendela taksi, sebab ia tahu mungkin lama sekali baru akan melihatnya lagi.
Setibanya di bandara, mereka menuju kota yang berbeda. Yi Yaojie berkata, "Saudaraku! Semoga sukses di sana, ya!"
Luan Jiyue menjawab, "Kamu juga!"
Lalu kedua tinju mereka saling bertemu, kemudian mereka pergi ke ruang tunggu yang berbeda, di mana sudah ada orang yang menanti mereka.
Siapa sangka, di usia baru enam belas tahun, Luan Jiyue sudah bisa bertemu para pemain senior tim nasional basket Tiongkok. Ia pun tak bisa menyembunyikan rasa gugup dan bahagianya.
Setelah menunggu lebih dari sejam, akhirnya pengumuman naik pesawat terdengar. Luan Jiyue mengambil koper dan bersama orang yang menjemputnya naik ke pesawat. Ternyata ia mendapat kursi di kelas utama! Di atas pesawat, Luan Jiyue memandang keluar jendela, lalu menguap dan tertidur.
Inilah titik balik dalam hidup Luan Jiyue! Banyak tantangan baru pun sudah menantinya!
[Musim pertama selesai! Selanjutnya, Luan Jiyue akan memulai pertandingan profesional di liga basket utama! Bahkan aku pun sudah tak sabar menantikan dia masuk NBA! Nantikan kelanjutannya!]