Bab 0042: Pertandingan Pertama Setelah Transfer
Hari pertandingan pun tiba dengan cepat. Luan Jiye dan Gao Yang seperti biasa datang sangat pagi ke gedung latihan, namun tetap saja masih kalah cepat dari Liu Chuan. Begitu mereka tiba, mereka pun langsung berlatih menembak tanpa membuang waktu.
Tak lama kemudian, seorang staf datang membawa tiga setel seragam tim baru. Tentu saja, itu adalah seragam untuk tiga pemain rookie. Setelah menerima seragam, mereka langsung mencobanya. Jika dibandingkan dengan Luan Jiye, Gao Yang dan Liu Chuan tampak lebih bersemangat, karena ini adalah seragam profesional kedua yang dipakai Luan Jiye.
Sesaat kemudian, seluruh rekan setim sudah hadir dan pelatih pun tiba. Latihan intensif pun dimulai hingga menjelang siang. Saat istirahat makan siang, tim Bei Kong tiba di Pusat Olahraga Changchun. Seketika mata Luan Jiye langsung tertuju pada sosok yang sudah lama ia nantikan—Stephen Marbury.
Mengingat dirinya harus menjaga pemain asing besar itu, Luan Jiye tak bisa menahan rasa gugup. Mudah-mudahan dia tidak dipermalukan di hadapan banyak orang!
Karena masih waktu istirahat, Luan Jiye melihat para pelatih kedua tim tengah berbincang. Saat itu, Gao Yang mendekat dengan wajah sedikit tegang, “Bro, gimana rasanya main pertandingan pertama waktu di Guangdong?”
Luan Jiye paham benar perasaan itu. Dulu dia juga sangat gugup di laga perdana, tapi setelah beberapa saat di lapangan, semuanya terasa lebih baik. Dia pun menenangkan Gao Yang, “Kenapa? Grogi ya?”
“Sedikit, sih!” jawab Gao Yang jujur.
Luan Jiye tertawa, “Tenang aja, waktu liga SMA kamu mainnya keren banget!”
“Itu beda, ini kan disiarkan langsung!” sahut Gao Yang.
Luan Jiye hanya membalas dengan empat kata singkat, “Ikuti saja alurnya!”
Waktu berlalu cepat hingga pukul setengah enam sore, saat penonton mulai memasuki stadion. Kedua tim melakukan latihan terakhir. Beberapa saat kemudian, pukul enam tepat, pertandingan pun akan segera dimulai!
Pemain cadangan mulai menempati bangku masing-masing. Gao Yang duduk di bangku cadangan dengan wajah tak puas, menyaksikan dua rekannya yang sama-sama rookie sudah berada di posisi utama memamerkan kemampuan.
Susunan pemain inti tim Jilin: Luan Jiye, Liu Chuan, Zhang Biao, Wei Fu, dan Li An.
Susunan pemain inti tim Bei Kong: Marbury, Li Xuesong, Randolph, Yu Liang, dan Teng Heqi.
Tak lama, tribun penonton pun penuh sesak. Kedua tim bersiap di lapangan.
Akhirnya, pertandingan dimulai. Li An dan pemain asing lawan, Randolph, berebut bola di awal laga. Soal lompatan, pemain Tiongkok memang sedikit kalah. Bola pun direbut Randolph dan langsung diberikan pada Yu Liang, yang kemudian segera mengoper pada Marbury. Luan Jiye pun mulai merasa tertekan—apakah ia benar-benar bisa menghadapi lawan sebesar ini?
Tanpa ragu, Luan Jiye segera menjaga Marbury. Namun, Marbury dengan mudah mengecoh Luan Jiye, lalu secara beruntun melewati Liu Chuan dan Zhang Biao, menyelesaikan serangan dengan lay up mulus.
Tim lawan dengan mudah mencetak angka pertama! Zhang Biao mengoper bola kepada Liu Chuan. Yang menjaga Liu Chuan adalah Li Xuesong dari Bei Kong. Liu Chuan bukanlah pemain SMA biasa, ia baru saja naik dari sekolah olahraga dan punya bakat lebih dari rekan-rekan seangkatan maupun seniornya.
Liu Chuan mengecoh Li Xuesong, lalu berhadapan dengan Yu Liang dan tiba-tiba melompat mencoba melakukan lay up. Namun, Yu Liang terkecoh, karena Liu Chuan sudah lebih dulu memberikan isyarat dengan mata pada Luan Jiye dan mengoper bola ke arahnya.
Luan Jiye berdiri di garis tiga angka tanpa kawalan, menerima bola dan langsung melompat menembak!
“Swish!” Bola tiga angka masuk bersih tanpa menyentuh ring! Kerja sama Luan Jiye dan Liu Chuan mendapat pengakuan dari rekan setim, mereka saling memberi tos dan langsung kembali bertahan.
Yu Liang mengoper bola pada Marbury, yang kemudian membawa bola perlahan ke tengah lapangan. Luan Jiye tak berani lengah, segera berlari menjaga Marbury. Namun, saat itu Randolph membantu Marbury dengan melakukan screen. Luan Jiye benar-benar terhalang!
Marbury langsung menerobos ke area pertahanan. Saat itu, Liu Chuan menunjukkan keahliannya—“Maling Bola Ulung!”
Marbury sama sekali tak menyadari kehadiran Liu Chuan di belakangnya. Liu Chuan dengan cepat menepuk bola dari tangan Marbury, lalu mengoper ke Zhang Biao. Zhang Biao menggiring bola dua langkah dan mengoper ke pemain asing mereka, Wei Fu, yang sudah berada di bawah ring tanpa penjagaan dan langsung melakukan slam dunk gaya layback.
Sorak sorai dan tepuk tangan menggema di tribun.
Selanjutnya, Luan Jiye sempat empat kali dikelabui Marbury, namun berhasil membalas dengan sebuah blok keras ala voli. Meski begitu, Marbury sudah mengantongi lima belas poin sendirian, sedangkan Luan Jiye baru mencetak delapan angka, benar-benar tertekan. Skor menjadi 35-24, tim Jilin tertinggal sebelas poin.
Pelatih Jilin meminta time out, mengganti Li An dan memasukkan Gao Yang, lalu meminta Gao Yang dan Wei Fu bertukar posisi bertahan, dengan Gao Yang sementara bermain sebagai small forward.
Melihat hal ini, para pemain Bei Kong hampir tertawa. Apa maksudnya? Semua rookie dimasukkan?
Namun, sikap meremehkan itu segera mereka sesali. Luan Jiye seolah menemukan kembali irama permainannya. Saat Marbury membawa bola, Luan Jiye berhasil merebut bola, walau kecepatan larinya kalah dari Marbury. Bola ia oper kepada penembak tiga angka mereka, Gao Yang. Gao Yang menerima bola dan langsung menembak dari luar garis tiga angka!
“Swish!” Satu lagi tembakan tiga angka bersarang sempurna!
Selain itu, Liu Chuan juga sempat melakukan dunk melewati Li Xuesong, Wei Fu mencetak angka demi angka, dan Zhang Biao memanfaatkan tembakan jarak menengah serta lay up untuk menambah sepuluh poin. Perlahan, Jilin mulai mengejar ketertinggalan!
Skor berubah menjadi 45-40, tim Bei Kong pun mengalami kebuntuan dalam mencetak angka.