Ikan, memancing, dan hiburan; di atas Danau Halaman Timur terdengar nyanyian, ikan mas hijau, ikan rumput, dan ikan bighead meloncat-loncat masuk ke dalam mangkuk. Di Gunung Emas, ada jalan yang dibuk
Ada sebuah desa nelayan, namanya desa nelayan milik orang lain. Desa itu pernah digaris lingkari oleh seorang tua, lalu ajaibnya bangkit menjadi salah satu kawasan ekonomi khusus terkemuka di negeri ini, berubah menjadi metropolis internasional yang terkenal di seluruh dunia, dan membuat banyak orang berbondong-bondong datang.
Lalu ada lagi desa nelayan, namanya desa nelayan milik kita. Mungkin juga pernah digaris lingkari oleh entah siapa, tapi tidak berkembang, malah mendatangkan bencana, memaksa para warganya untuk meninggalkan kampung halaman, membanting tulang demi sesuap nasi.
Baiklah, desa nelayan milik orang lain mengandalkan laut, desa nelayan kita mengandalkan danau—Danau Dongting, danau terbesar keempat di negeri ini, terletak di utara Provinsi Xiang.
Desa nelayan kita itu berada di tepi Danau Dongting, sebuah desa kecil bernama Desa Yan Yun yang berlokasi di pelosok pegunungan pinggiran Kabupaten Qingning.
Desa Yan Yun memiliki dua ciri khas: pertama, awan di langitnya sangat putih dan sangat indah, apalagi saat matahari terbenam, diwarnai cahaya senja, keindahannya tak terlukiskan; kedua, burung walet di sana sangat banyak, setiap musim semi tiba, ke mana-mana tampak makhluk kecil berwarna hitam itu, mereka bak kilat-kilat kecil melesat melintasi permukaan danau, menyapu ladang, dan hinggap di bawah atap rumah warga.
Konon, pada akhir masa Dinasti Ming, pernah ada seorang bupati yang bertandang ke tempat itu. Melihat keindahan alam tersebut, ia terinspirasi dan langsung menggubah sebuah syair. Apa isi syair itu, bagaimana mutuny