Bab 152: Kaisar
Keraguan Qin Yang pada akhirnya tidak bertahan lama.
Mungkin merasa pemuda itu terlalu menyedihkan, atau mungkin ingin mencari muka di hadapan raja yang baru, Perdana Menteri Kiri Negara Qin melangkah maju pada saat yang tepat untuk memberikan penjelasan kepada Qin Yang yang sama sekali tidak memahami apa yang sedang terjadi.
"Seorang penguasa yang naik takhta harus membawa mandat langit, diakui oleh Cap Raja, dan diselimuti oleh kekuatan Dao Surgawi. Sementara Cap Raja itu hanya dapat digerakkan oleh sang penguasa itu sendiri, dan siapa pun yang dapat menggerakkan Cap Raja, dialah raja yang baru!"
Perdana Menteri Kiri Negara Qin melirik Qin Yang dengan nada meremehkan seraya memberikan penjelasan tersebut.
Mendengar ucapan Perdana Menteri Kiri, Qin Yang tetap tidak memahaminya.
"Bahwa orang yang dapat menggerakkan Cap Raja adalah raja yang baru, Pangeran ini tentu mengetahuinya. Tetapi, hingga saat ini, selain Qin Yao yang ditolak oleh Cap Raja, sama sekali tidak ada seorang pun yang menyentuh Cap Raja itu, bagaimana bisa..."
Begitu sampai di kata-kata itu, dia sepertinya tiba-tiba memikirkan sesuatu, dan ekspresi di wajahnya seketika berubah drastis.
"Kau... kau barusan meminjam kekuatan Cap Raja untuk menguji darah Qin Yao!" Qin Yang yang tersadar secara tiba-tiba menunjuk ke arah gadis yang berdiri dengan tenang di sana, matanya penuh dengan ketidakpercayaan.
Dia benar-benar tidak mengerti, jelas-jelas gadis ini sama sekali tidak menyentuh Cap Raja, tidak memiliki kontak langsung apa pun, tidak mendapatkan berkah kekuatan Dao Surgawi, dan tidak menunjukkan tanda-tanda memikul mandat langit.
Lalu, mengapa dia bisa mengendalikan Cap Raja untuk menguji darah Qin Yao?
Bagaimana sebenarnya dia melakukannya?
Meskipun semua kejadian barusan disaksikan sendiri oleh matanya, ketika seseorang mengungkitnya di dekat telinganya, reaksi pertamanya tetaplah tidak percaya.
"Tidak... Tidak mungkin! Ini palsu, ini tipuan! Tidak mungkin, kau adalah seorang perempuan. Sejak zaman kuno, tidak pernah ada satu pun preseden perempuan yang memikul mandat langit. Kau tidak mungkin mendapatkan pengakuan dari Cap Raja!"
Sambil berbicara, Qin Yang tampak menemukan kebenaran, dan sorot matanya semakin bersinar terang.
"Benar! Sejak zaman kuno, kaum hawa tidak mampu memikul mandat langit. Ini adalah hukum abadi sejak ribuan tahun lalu. Kau pasti menggunakan suatu metode untuk menipu mata semua orang, benar, pasti begitu!"
Saat berbicara demikian, seberkas cahaya penuh harapan kembali terpancar di wajah Qin Yang.
Sementara para pejabat sipil dan militer yang hadir, setelah mendengar perkataan Qin Yang, turut memikirkan hal tersebut.
Sejak awal peradaban manusia terbentuk ribuan tahun yang lalu, tidak pernah ada satu pun preseden perempuan yang memikul mandat langit untuk naik takhta tertinggi.
Dan gagasan bahwa perempuan tidak dapat dianugerahi mandat langit telah menjadi kesimpulan umum yang diketahui semua orang.
Mereka tadi hanya melihat gadis di hadapan mereka mengendalikan kekuatan Cap Raja, sehingga secara tidak sadar mengabaikan hal tersebut.
Kini, setelah masalah itu diangkat oleh Qin Yang dan diletakkan di hadapan semua orang, meskipun mereka baru saja melihat dengan mata kepala sendiri bahwa gadis itu pernah mengendalikan Cap Raja, keraguan seketika merayap di dalam hati mereka untuk sesaat.
Namun, keraguan mereka tidak bertahan lama.
Saat berikutnya, di tengah ekspresi Qin Yang yang tercengang, gadis itu melangkah anggun mendekati Cap Raja, mengulurkan tangannya, dan meraih Cap Raja yang tergeletak diam di sana.
Hasilnya sama sekali tidak seperti yang dipikirkan Qin Yang, di mana sang gadis akan ditolak oleh Cap Raja.
Tanpa hambatan sedikit pun, tangan sang gadis berhasil menggenggam Cap Raja yang berlapis emas dengan ukiran naga tersebut, lalu dengan mudah mengangkatnya.
Tepat pada saat sang gadis mengangkat Cap Raja, langit kesembilan tiba-tiba berubah warna, dan fenomena surgawi turun di atas istana kerajaan.
Seberkas cahaya keemasan jatuh dari langit kesembilan, meluncur lurus dan meresap ke dalam tubuh sang gadis.
Detik berikutnya, gaun putih yang dikenakan sang gadis berubah wujud, bertransformasi menjadi jubah naga khas maharani yang pas di tubuhnya.
Sementara Cap Raja di dalam genggamannya, di tengah tatapan tertegun dari semua orang, mengalami perubahan yang luar biasa menakjubkan.
Cap Raja yang awalnya berbentuk sebuah token panah, kini terbungkus oleh gumpalan cahaya keemasan, mengalami transformasi di bagian dalamnya.
Ketika cahaya keemasan itu memudar sepenuhnya, Cap Raja di tangan sang gadis telah berubah menjadi sebuah segel giok putih.
Segel tersebut memancarkan cahaya keemasan tipis di tangan sang gadis, dan cahaya keemasan itu berkumpul di ruang hampa, membentuk delapan aksara besar: *Diberikan Mandat oleh Surga, Panjang Umur dan Sejahtera!*
Kedelapan aksara besar tersebut terbentuk di udara kosong, dan dapat disaksikan oleh seluruh makhluk di tanah Shenzhou.
Menatap kedelapan aksara besar tersebut, siapa pun yang berada di bawah tingkat Saint suci secara nalutiah langsung berlutut di tanah sebagai tanda tunduk.
Detik berikutnya, kedelapan aksara besar itu berubah menjadi seberkas cahaya yang tercetak di bagian bawah segel di tangan sang gadis, menjelma menjadi stempel beraksara segel kuno.
Bersamaan dengan terbentuknya stempel beraksara kuno tersebut, di sisi naga melingkar pada segel giok putih itu, muncullah sebuah aksara "Kaisar"!
Pemandangan ini bukan hanya membuat Qin Yang terpaku bodoh, tetapi seluruh aula istana, para pejabat sipil dan militer, tidak seorang pun menyangka situasi seperti ini akan terjadi.
Meskipun eksistensi dunia ini sendiri sudah tidak masuk akal, namun menghadapi situasi yang belum pernah disaksikan sebelumnya ini, semua orang secara tidak sadar memunculkan satu pemikiran di dalam hati: Ini sama sekali tidak masuk akal!
Faktanya, bukan hanya Qin Yang dan para menteri, bahkan sang gadis yang menjadi dalang dari semua perubahan ini pun tidak memahami apa yang sedang terjadi.
Ketika dia menoleh kepada gurunya untuk mencari kebenaran, untuk pertama kalinya dia melihat ekspresi tertegun terpampang di wajah sang guru yang biasanya selalu dihiasi senyuman tipis.
Ya, perubahan ini, bahkan Mu Feng yang selalu memegang kendali atas segalanya, tidak dapat mempredksinya terlebih dahulu.
Melihat fenomena surgawi yang turun dan Cap Raja di tangan murid kecilnya yang berubah wujud menjadi sebuah segel dalam sekejap mata, ekspresinya mulai menjadi aneh.
Ketika menyaksikan dengan mata kepala sendiri delapan aksara "Diberikan Mandat oleh Surga, Panjang Umur dan Sejahtera" muncul di bagian bawah segel tersebut, ekspresinya tidak lagi bisa digambarkan sekadar rumit!
Ya ampun, permainannya sudah keterlaluan!
Situasi macam apa ini? Jangan-jangan dia secara tidak sengaja memungut seorang gadis pengemis kecil di pinggir jalan, membesarkannya, lalu tanpa sengaja mendidiknya menjadi Kaisar Pertama?
*Diberikan Mandat oleh Surga, Panjang Umur dan Sejahtera*, dia terlalu akrab dengan delapan aksara ini, ditambah lagi tempat ini adalah Negara Qin, dan aksara Kaisar muncul di atas segel tersebut.
Mengenai dugaan di dalam hatinya ini, dia sendiri bahkan sudah mempercayainya delapan puluh persen.
Setelah membatin di dalam hati dan meredakan ekspresi aneh di wajahnya, Mu Feng kebetulan melihat tatapan penuh kebingungan yang dilemparkan oleh murid kesayangannya.
Melihat ketidaktahuan di mata sang murid, Mu Feng hanya bisa menatap langit tanpa kata-kata.
Dia sungguh tidak pernah berniat mendidik seorang Kaisar Pertama Qin, bisakah takdir tidak mempermainkannya seperti ini?
Kendati demikian, meskipun mengeluh dalam hati, gerakan tangannya sama sekali tidak melambat.
Tangan kanannya membentuk mudra, menghitung rahasia surgawi, merunut awal mula segala sesuatu dari Dao Surgawi yang baru saja mengalami perubahan besar.
Pada akhirnya, kejadian tersebut berhasil dirunut kembali sedikit demi sedikit olehnya.
Faktanya, alasan mengapa situasinya bisa berkembang hingga tahap ini tetaplah karena dirinya sendiri.
Awalnya, anak takdir di dunia ini adalah seorang gadis bernama Fang Yun yang paling awal dia temui. Memiliki tubuh bela diri bawaan, misi kelahirannya adalah mengembangkan seni bela diri hingga berjaya, serta secara bertahap menggantikan seni sastra yang perkembangannya mengalami distorsi ini.
Namun karena sikap Fang Yun, Mu Feng melepaskannya dan memilih untuk merawat seorang gadis kecil yang seharusnya sudah mati.
Jika dia hanya mengadopsi seorang gadis kecil, tentu tidak akan terjadi apa-apa, tetapi dia tidak hanya mengadopsinya, melainkan juga melatih seorang gadis kecil yang terlahir dengan meridian rusak menjadi seorang tokoh besar dalam seni bela diri.
Tepat pada saat murid kecilnya mencapai puncak penguasaan seni bela diri, mandat langit di dunia ini yang tadinya milik Fang Yun berpindah ke tubuh sang gadis.
Karena dialah eksistensi pertama yang membawa seni bela diri ke dunia ini, maka secara alami, dia pun menjadi leluhur dari seni bela diri tersebut.
Mandat langit sebagai Leluhur Bela Diri yang melekat di tubuhnya membuat misi mengembangkan seni bela diri jatuh ke pundak sang gadis.
Namun, sang gadis yang baru saja menerima mandat langit untuk mengembangkan seni bela diri itu, justru bersentuhan kembali dengan lambang kekuasaan kerajaan di Negara Qin, bahkan mengaktifkan lambang kekuasaan tersebut karena masalah darah di dalam tubuhnya, sehingga memikul satu lagi mandat langit kekuasaan kerajaan.
Kedua mandat langit yang bergabung itu justru memicu perubahan layaknya reaksi kimia, berubah menjadi wujud seperti sekarang ini.
Tentu saja, sebab akibat di balik semua ini tentu tidak semahal itu, hanya saja garis besar peristiwanya kurang lebih seperti itu.
Setelah memahami segalanya, melihat ekspresi bingung di wajah murid kecilnya, Mu Feng menjelaskan dengan santai, "Jangan khawatir, bagimu, ini seharusnya adalah hal yang baik!"
Setelah berkata demikian, Mu Feng mendongak menatap langit, merasakan perubahan pada Dao Surgawi, lalu melanjutkan ucapannya, "Para penguasa dari generasi-generasi sebelumnya memikul mandat langit, mengemban misi melindungi negeri mereka masing-masing dan menjaga kelangsungan warisan api keturunan umat manusia. Namun kini, Dao Surgawi telah berubah. Kau adalah Kaisar Agung generasi pertama, memegang kendali atas mandat langit, yang akan memimpin umat manusia membuka era yang baru."
Penjelasan Mu Feng tidak sepenuhnya dipahami oleh sang gadis, tetapi dia juga tidak bertanya lebih jauh. Gurunya mengatakan itu adalah hal yang baik, maka dia terima saja.
Mengenai apa itu Kaisar Agung, atau apa itu memegang kendali atas mandat langit, dia benar-benar tidak terlalu peduli.
Perkembangan keadaan berbelok tajam di tikungan tanpa diduga, membuat seluruh jajaran menteri istana merasa kebingungan menghadapi situasi ini.
Melihat penguasa di hadapan mereka yang mengenakan jubah naga dan burung phoenix, memancarkan keagungan serta wibawa yang luar biasa, para pejabat sipil dan militer merasa serba salah.
Mereka dapat memahami konsep seorang raja agung, yaitu sosok yang diakui oleh Dao Surgawi, mampu memikul mandat langit, dan menguasai sebuah negara.
Namun, dalam sekejap mata, raja agung mereka telah berubah menjadi seorang kaisar agung, dan lambang kekuasaan kerajaan pun berubah menjadi sebuah segel.
Setelah perubahan semacam ini, apakah raja agung mereka masih bisa memegang kendali atas kekuasaan kerajaan? Apakah masih bisa memimpin kelangsungan perkembangan Negara Qin?
Semua itu tidak mereka ketahui, dan karena ketidaktahuan itulah hati mereka merasa gelisah.
Tepat ketika para pejabat istana diliputi rasa cemas di dalam hati, komunikasi antara Mu Feng dan sang gadis telah usai.
Sang gadis yang telah memahami perubahan pada dirinya, menundukkan kepala untuk melihat segel di tangannya. Sesaat kemudian, mengikuti dorongan perasaan di dalam hatinya, sang gadis mengangkat tinggi-tinggi segel tersebut.
Tepat pada saat segel itu diangkat, suara raungan naga bergema bertalu-talu di dalam aula besar. Aura kekaisaran berkumpul dari seluruh penjuru sembilan provinsi, lalu melalui Segel Sembilan Naga, mengalir masuk ke dalam tubuh sang gadis.
Tepat ketika energi naga itu hendak menyatu sepenuhnya dengan tubuh sang gadis, sebuah kekuatan dahsyat yang seolah mampu menelan langit dan bumi tiba-tiba terpancar dari tubuh sang gadis. Menyusul kemudian, sesosok bayangan ilusi *Taotie* muncul, menelan habis gelombang energi naga yang tak bertepi itu dalam satu gigitan.
Sesaat berikutnya, bayangan ilusi *Taotie* itu bersendawa puas, lalu menghilang di punggung sang gadis. Hanya saja, sebelum menghilang, bayangan ilusi *Taotie* tersebut tampak menjadi semakin padat.
Setelah energi naga itu ditelan oleh bayangan ilusi *Taotie*, Segel Sembilan Naga tidak lagi memancarkan wibawa, melainkan memancarkan cahaya redup tipis dan meresap ke dalam tubuh sang gadis.
Seketika Segel Sembilan Naga itu masuk ke dalam tubuhnya, gelombang aura tekanan melonjak dari diri sang gadis.
Di mana pun aura tekanan itu melintas, seluruh jajaran menteri istana langsung bersujud dan menyerukan seruan "Menghadap Yang Mulia".
Jelas-jelas tidak ada seorang pun yang mengajarinya, jelas-jelas tidak pernah ada preseden sebelumnya, tetapi ketika seluruh perubahan itu berakhir, para pejabat Negara Qin, saat memandang sang gadis yang mengenakan jubah naga dan phoenix tersebut, tiba-tiba memunculkan suatu perasaan dari lubuk hati mereka yang paling dalam.
Sosok di hadapan mereka adalah kaisar mereka, kaisar agung bagi umat manusia, yang akan memimpin umat manusia menuju kejayaan.
Dan seiring dengan bangkitnya perasaan tersebut, mereka pun dikuasai oleh dorongan kuat untuk bersujud memberi hormat.
Situasi ini persis seperti perasaan umat manusia ketika mereka menjumpai Kong Sheng di masa lalu; meskipun sebagian orang belum pernah melihat Kong Sheng, meskipun sebagian orang mungkin tidak mengetahui kisah tentang Kong Sheng.
Tetapi pada detik pertama melihat wujud aslinya, banyak pemahaman tentang sosok tersebut akan muncul di dalam hati, bahkan tak kuasa untuk berlutut guna menunjukkan rasa hormat.
Hal inilah yang disebut——memegang kendali atas mandat langit!