Bab Empat Puluh Dua: Binatang Buas
"Shuang Er." Xue Zhiqing menyerahkan gelas araknya kepada pelayan di sampingnya, wajah tampannya dipenuhi kelembutan saat memanggil.
"Kakak Senior." Nangong Ningshuang sebenarnya merasa sedikit tidak senang, namun tetap tersenyum sopan.
"Maukah kau menemaniku berjalan-jalan?" Xue Zhiqing, memanfaatkan mabuknya, memberanikan diri melangkah mendekat, dengan akrab membetulkan mantel yang dikenakan Nangong Ningshuang.
Nangong Ningshuang merasa tindakan Kakak Senior-nya agak tiba-tiba, tapi tak enak hati untuk menolak, sehingga ia membiarkan kedua tangan pria itu menyentuh bahunya, bahkan leher belakangnya, meski hanya di atas mantel.
Mengenai Kakak Senior ini, ayahnya pernah secara tersirat menyarankan agar ia lebih menghormatinya, sebab masa depan Keluarga Besar Nangong kelak akan sangat bergantung pada pria ini.
Setiap kali ayahnya berkata demikian, Nangong Ningshuang merasa sedih, menyalahkan dirinya karena terlahir bukan sebagai laki-laki dan tidak bisa berlatih jurus "Xuan Yuan Jing Tian Jue", sehingga tanggung jawab besar keluarga harus diserahkan kepada orang luar.
Ketika Xue Zhiqing mengajukan permintaan itu, Nangong Ningshuang tak menemukan alasan yang tepat untuk menolak. Meski hatinya enggan, ia tetap mengangguk sambil tersenyum.
Melihat anggukan itu, Xue Zhiqing senang bukan main, semakin berani dan berusaha merangkul bahunya.
Namun kali ini, Nangong Ningshuang sudah bersiap. Ia tersenyum, lalu melangkah lebar, menghindari uluran tangan itu. Saat Xue Zhiqing hampir menyusulnya, ia pun merasa sungkan untuk kembali mencoba merangkul.
Malam telah turun, cahaya bulan menggantung di langit, seorang pria dan wanita berjalan di jalan setapak berbatu, menghadirkan pemandangan yang indah.
Setelah beberapa lama berjalan dalam diam, Nangong Ningshuang mulai merasa tidak sabar. Dalam hatinya ia berpikir, bukankah Xiaoran sudah seharusnya datang? Ia ingin segera bertemu dengannya.
Saat hendak berpamitan, tiba-tiba ia merasakan gerakan di sebelahnya, lalu sesosok bayangan gelap menekannya.
"Apa yang kau lakukan?" Refleks, Nangong Ningshuang menutupi dadanya dengan tangan dan berusaha melompat ke samping, namun terlambat. Tubuhnya sudah erat dipeluk oleh dua tangan kekar.
"Shuang Er, aku..." Xue Zhiqing yang sedang mabuk, tanpa pikir panjang memeluk Nangong Ningshuang dengan erat dan berusaha menenggelamkan wajahnya ke dada sang gadis.
Melihat kelakuan yang begitu kurang ajar, Nangong Ningshuang merasa marah dan takut. Ia sebenarnya bisa melawan, namun karena pesan ayahnya, ia menahan diri. Ia hanya bisa melindungi dadanya dengan kedua tangan, berusaha menahan kepala pria itu.
Namun, ketika Xue Zhiqing merasa gagal, ia mengangkat kepalanya dan dengan cepat mendekatkan wajah ke wajah Nangong Ningshuang.
Aksi itu membuat Nangong Ningshuang sangat terkejut. Ia tak peduli lagi, segera mengaktifkan kekuatan dalam "Xuan Nu Gong" yang mengalir di tubuhnya, melepaskan tenaga dalam yang lembut namun kuat.
Saat Xue Zhiqing merasa hampir berhasil, ia tiba-tiba seperti menabrak dinding tak kasat mata yang sangat kuat, lalu terhempas tanpa persiapan.
Namun, karena mabuk berat, Xue Zhiqing tak berpikir panjang. Ia segera mengerahkan tenaga dalam "Xuan Yuan Jing Tian Jue", menciptakan dinding energi yang kuat untuk menahan serangan itu.
Nangong Ningshuang melihat usahanya gagal, menyadari lawannya menggunakan tenaga dalam. Ia pun mempercepat sirkulasi "Xuan Nu Gong" dalam tubuhnya, namun di dalam hati mulai panik.
Latihan "Xuan Nu Gong" miliknya masih dangkal, jelas tidak mungkin menandingi kekuatan lawannya. Melihat ekspresi Xue Zhiqing yang penuh nafsu, ia benar-benar kehilangan akal.
Sebenarnya, Nangong Ningshuang tahu, ada cara untuk melepaskan diri dari Xue Zhiqing.
Jika tenaga dalam "Xuan Nu Gong" disalurkan ke dalam tubuh pria itu, ia bisa menyegel "Xuan Yuan Jing Tian Jue" yang cacat.
Namun, hal ini sangat rahasia. Ayahnya pernah memperingatkan bahwa kecuali dalam keadaan darurat, rahasia itu jangan sampai terbongkar. Bahkan kemampuan dirinya dalam "Xuan Nu Gong" pun harus dirahasiakan.
Namun kini, jika ia tidak menggunakannya, dirinya akan ternoda oleh pria biadab ini...
Dalam sekejap, ia merasa kekuatannya mulai menurun, sementara kekuatan lawan semakin kuat. Ia tahu tak mampu bertahan lama, apalagi menatap wajah Xue Zhiqing yang sudah mabuk dan kehilangan kendali.
Ia berpikir, mungkin karena mabuk pria itu jadi berani, kalau ia diam-diam menggunakan kekuatan itu, mungkin saja tak akan ketahuan.
Walau terasa memaksa, namun dalam keadaan genting, alam bawah sadarnya terus membisikkan bahwa ia bisa mencobanya.
Akhirnya, ia tak berpikir panjang lagi.
Nangong Ningshuang diam-diam mengumpulkan tenaga dalam di telapak tangan, lalu dengan sengaja melonggarkan dinding energinya. Saat lawan menerjang, ia segera menempelkan telapak tangan ke dada pria itu.
Tenaga dalam "Xuan Nu Gong" yang lembut langsung menyusup masuk.
Pada detik itu, Nangong Ningshuang merasa usahanya berhasil. Ia bahkan ingin memanfaatkan kebingungan lawan untuk memukulnya hingga pingsan, lalu memutuskan segel itu.
Namun tak disangka, sebelum ia sempat menarik kembali telapak tangannya, Xue Zhiqing entah sejak kapan juga menempelkan tangannya ke dada Nangong Ningshuang, dan tenaga dalam yang panas serta maskulin menyusup ke seluruh tubuhnya.
Sekejap, ia merasakan aliran panas mengalir di dalam meridian, masuk ke pusat energi, lalu melebur secara aneh.
Tatapan Xue Zhiqing yang semula kabur, tiba-tiba menjadi tajam, sudut bibirnya terangkat, batinnya bersorak: "Akhirnya aku berhasil."
Melihat Nangong Ningshuang menerima serangan itu, ia segera menenangkan diri, lalu mengendalikan tenaga dalam "Xuan Nu Gong" yang telah menyusup, membawanya ke dalam laut energinya sendiri.
Sama halnya, tenaga dalam itu juga melebur ke dalam laut energinya.
Mendadak, Xue Zhiqing berkata dengan suara lembut, "Shuang Er, kini aku ada dalam dirimu, dan kau dalam diriku. Kita adalah sepasang kekasih abadi yang takkan pernah bisa berpisah."
Ucapan itu membuat amarah Nangong Ningshuang memuncak. Begitu ia dilepaskan, ia melompat mundur dan memaki, "Kau benar-benar tak tahu malu, aku..."
Namun, ia merasakan penghinaan dan amarah yang menggunung di dada tiba-tiba memudar, dan orang di depannya pun tak lagi terasa begitu menjijikkan.
Dada Nangong Ningshuang naik-turun, ia merasa pasti karena tenaga dalam "Xuan Yuan Jing Tian Jue" yang baru saja dimasukkan ke dalam tubuhnya. Panik, ia segera memutar tenaga dalam untuk mencari dan mengusir energi panas itu.
Melihat wajah panik gadis itu, Xue Zhiqing tahu apa yang ada di pikirannya, lalu berkata dengan tenang, "Shuang Er, jangan buang-buang tenaga. Sekarang kita sudah menyatu, untuk apa melawan? Tenanglah, ikutlah denganku, aku akan memperlakukanmu dengan baik." Sambil berkata, ia mendekat.
Nangong Ningshuang terus berusaha, namun tak juga menemukan tenaga panas itu. Melihat Xue Zhiqing kian mendekat, dadanya terasa sesak dan penuh ketakutan. Ia pun melompat jauh dan kabur.
Xue Zhiqing hanya menatap punggung Nangong Ningshuang yang perlahan menghilang, namun sama sekali tidak panik. Wajahnya justru penuh kepuasan, seolah telah mendapatkan harta karun yang lama didambakan.
Nangong Ningshuang berlari kencang, air matanya tak henti mengalir. Sesampainya di depan paviliunnya, ia segera menghapus air mata dengan sapu tangan, menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri, sambil merapikan pakaian dan rambut yang berantakan.
Setelah cukup lama, ketika ia yakin dirinya sudah tampak normal, ia pun mendorong pintu paviliun.
Namun, begitu pintu terbuka, ia langsung dikejutkan oleh pemandangan yang tak pantas—Xiaoran dan Ling'er tanpa busana bagian atas, berpelukan erat.
Nangong Ningshuang serasa tersambar petir di dada. Seketika, perasaan terhina, marah, malu, dan segala emosi negatif membanjiri batinnya. Ia seakan mendengar suara hatinya yang hancur berkeping-keping.
"Keluar! Kalian semua pergi dari sini!" Nangong Ningshuang berteriak dengan tubuh gemetar.
Namun keduanya seperti tak mendengar, masih saling berpelukan, kulit mereka bersentuhan tanpa halangan.
Nangong Ningshuang benar-benar tak tahan lagi. Melihat ada sebilah pedang di lantai, ia segera mengambilnya dan menusukkan ke arah mereka.
Terdengar suara beradu, pedang itu menancap di pundak kanan Xiaoran, namun tak bisa menembus.
Namun, karena dikuasai amarah, ia terus menekan, kehilangan kendali, hingga pedang itu terpeleset dan justru menusuk bahu Ling'er.
Karena kesakitan, Xiaoran membuka mata, memuntahkan darah segar, tampak terluka parah. Ia menoleh ke arah Nangong Ningshuang yang marah, hendak bicara, namun teringat seseorang di pelukannya, lalu berseru, "Celaka!"
Melihat Ling'er hampir tak sadarkan diri, ia tak berpikir lagi, segera mengambil pakaian, menggendong Ling'er, melompati pagar, dan menghilang dalam kegelapan.
Nangong Ningshuang menatap pakaian yang berserakan di lantai—ada milik Xiaoran, milik Ling'er, bahkan pakaian dalam berwarna merah muda milik Ling'er...
Ia tak sanggup lagi menghadapi kenyataan itu. Kepalanya seolah retak, jiwanya hancur berkeping-keping, dan tubuhnya pun roboh, pingsan.