Bab Tujuh Puluh Sembilan: Tiga Raksasa Besar

Bumi sedang mengalami kemunduran. Pemancing Maut 2275kata 2026-03-04 23:01:16

Ketiganya berhenti melangkah, mereka pun melihat Bai Ou yang berdiri tanpa sehelai benang pun di tubuhnya.

Bai Ou berdiri di hadapan mereka, kedua tangan bertolak pinggang. Meski tak mengenakan pakaian, ia sama sekali tidak tampak terganggu. Menatap ketiga orang itu, ia berpikir dalam hati bahwa pakaian yang ia butuhkan justru telah datang sendiri kepadanya.

“Anak muda, kau masih hidup rupanya? Tapi ke mana pakaianmu?” tanya Nie Tianhuan, sedikit terkejut saat menyadari bahwa yang ada di depannya adalah Bai Ou. Namun kemudian ia tertawa lepas, tidak dapat menahan kegembiraannya. Setelah bertahun-tahun terperangkap, kini ia bebas, hatinya pun terasa sangat ringan.

Bai Ou tersenyum dan berkata, “Pakainku hilang, jadi aku hendak meminjam satu setel dari kalian.”

Nie Tianhuan memandang Bai Ou, lalu melihat ke celana compang-camping yang ia kenakan, kemudian tertawa aneh. “Anak muda, aku tidak punya pakaian lebih. Kalau bicara soal pakaian, hanya dia yang mengenakan pakaian paling bersih. Kau bisa pinjam darinya.”

Sambil bicara, Nie Tianhuan melirik pria berusia sekitar tiga puluh tahun yang terlihat paling rapi di antara mereka bertiga. Hanya pria itu yang pakaiannya masih lengkap dan bersih.

Nada bicara Nie Tianhuan mengandung ejekan. Di Lembah Tiada Ampun, mereka bertiga adalah penguasa, bisa dibilang tiga raksasa lembah itu. Dalam ketegori Transformasi ketiga, mereka termasuk yang terkuat, sedangkan Bai Ou paling banter hanya berada di puncak Transformasi kedua. Dibandingkan dengan mereka, ia bagaikan langit dan bumi.

Dengan menyuruh Bai Ou meminta pakaian pada pria itu, sesungguhnya Nie Tianhuan sedang menertawakan Bai Ou yang tidak tahu diri. Kalau Bai Ou benar-benar berani membuka mulut, kemungkinan besar ia akan dibunuh sebelum sempat bicara.

Pria yang dimaksud mendengar ucapan Nie Tianhuan, alisnya langsung mengernyit. Ia merapikan kerah bajunya dengan ujung jari, lalu bicara dingin, “Nie tua bangka, kau sedang menantangku, Ma Yu?”

Sama seperti Nie Tianhuan, ia juga tidak memandang Bai Ou penting. Pandangannya hanya tertuju pada Nie Tianhuan.

Nie Tianhuan tertawa aneh, “Ma Yu, kau mau bertarung lagi? Selama bertahun-tahun kita sudah bertarung puluhan kali, kapan kau pernah menang melawanku?”

Ma Yu mendengus, “Sombong sekali, seakan-akan kau pernah menang dariku.”

Pria lain yang berdiri di samping mereka, bertubuh besar dan berambut lebat, menyela, “Hei, kalian berdua, sekarang kita sudah bebas. Menurutku, bagaimana kalau kita bertiga bekerja sama dan melakukan sesuatu yang besar? Toh tidak sia-sia kita terkurung di Lembah Tiada Ampun selama ini.”

“Shi Kuang, ide apa lagi yang kau punya?” tanya Ma Yu pada pria berambut lebat itu.

Shi Kuang berkata, “Kita sudah lama terkurung, tak tahu bagaimana situasi di luar. Kita harus cari tahu dulu keadaan saat ini.”

Jelas mereka bertiga sama sekali tidak menghiraukan keberadaan Bai Ou.

Nie Tianhuan, mendengar itu, lalu menoleh pada Bai Ou, “Benar juga, kau baru saja masuk Lembah Tiada Ampun. Kau pasti tahu bagaimana keadaan di luar. Cepat ceritakan pada kami, bagaimana situasi sekarang?”

Bai Ou mengerutkan kening pelan, “Tadi aku baru saja mau meminjam pakaian, tapi kalian belum meminjamkannya padaku.”

Begitu mendengar itu, Nie Tianhuan langsung marah besar. Dalam sekejap ia melangkah maju, tangan kanannya menyambar bahu Bai Ou, membentak, “Anak bodoh, berani sekali kau berlaku lancang di depanku? Cepat jawab pertanyaanku dengan sopan!”

Belum sempat kata-katanya selesai, ia mendadak merasa tangan Bai Ou telah mencengkeram pergelangan tangannya hampir bersamaan dengan saat ia memegang bahu Bai Ou.

Ekspresi Nie Tianhuan menunjukkan rasa meremehkan. Ia bermaksud menggenggam bahu Bai Ou dan melemparkannya, namun tiba-tiba ia merasakan tangan Bai Ou yang mencengkeram pergelangannya panas membara bagai besi panas yang membakar kulit. Seketika rasa sakit luar biasa menjalar, ia pun menjerit, merasakan sebuah kekuatan tak tertahankan menarik lengannya hingga ia terangkat dan dilemparkan ke tanah.

Nie Tianhuan terkejut, hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Ia bahkan belum sempat memikirkan secara rinci, sudah terlempar oleh Bai Ou dan jatuh dengan keras ke tanah.

Ma Yu dan Shi Kuang terpana melihat kejadian itu, mata mereka membelalak, sama sekali tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

Nie Tianhuan adalah salah satu ahli Transformasi Ketiga terkuat, sejajar dengan mereka berdua, pernah menjadi salah satu dari tiga raksasa Lembah Tiada Ampun, tapi kini ia dilempar begitu saja oleh seorang pemuda belasan tahun?

Nie Tianhuan hampir tidak bisa menerima kenyataan itu. Seorang anak muda yang sebelumnya bisa ia kendalikan dengan mudah, bagaimana mungkin sekarang mampu melemparkannya?

Pasti ini karena ia terlalu lengah, begitu pikirnya.

Sambil meraung marah, Nie Tianhuan mengerahkan seluruh kekuatannya, bangkit dari tanah seperti seekor singa yang mengamuk, lalu menerjang Bai Ou.

Kali ini, ia tidak lagi menahan kekuatan. Dua tinjunya melesat, kekuatannya cukup untuk meremukkan dinding beton bertulang yang tebal.

Bai Ou tidak mundur sedikit pun, ia juga mengayunkan kedua tinjunya. Ia ingin menguji tubuhnya sendiri yang telah diperkuat ulang oleh cairan dewa—sekuat apa tubuhnya kini? Sampai di mana tingkat kekuatannya sekarang?

Nie Tianhuan, sebagai petarung puncak Transformasi Ketiga, adalah batu ujian terbaik.

Sebuah dentuman keras terdengar ketika kedua tinju mereka bertemu tanpa trik sedikit pun, langsung menghantam satu sama lain.

“Aaaaargh!” jerit Nie Tianhuan, mundur dengan kedua tangannya yang kini berlumuran darah, jari-jarinya terpuntir tak beraturan. Dalam benturan barusan, ia bukan hanya terdorong mundur oleh kekuatan dahsyat, tapi juga tulang-tulang di kedua tangannya remuk dan patah. Kedua tangannya kini tak bisa digunakan untuk sementara waktu.

“Bagaimana mungkin…” Nie Tianhuan terhuyung mundur, kedua lengannya bergetar hebat. Kekuatan mengerikan itu bukan hanya melumpuhkan kedua tangannya, tapi juga mematahkan tulang di lengannya. Ini benar-benar kekuatan yang menakutkan.

Sementara Bai Ou, kedua tangannya sama sekali tak terluka, bahkan tak ada sehelai rambut pun yang rontok.

Bai Ou tersenyum, “Senior, kekuatanku lumayan juga, bukan?”

Sambil bicara ia menggerak-gerakkan kedua tangannya, terlihat halus dan lembut, siapa pun tak akan menyangka bahwa kedua tangan itu baru saja mematahkan tulang di lengan Nie Tianhuan hanya dengan dua kali benturan keras.

Bai Ou sangat puas dengan hasil itu. Kini ia benar-benar memahami betapa kuat tubuhnya setelah diperkuat cairan dewa.

Kekuatan gen dalam tubuhnya memang telah berhasil mencapai Transformasi Ketiga, tapi kekuatan fisiknya jauh melampaui petarung Transformasi Ketiga biasa. Bahkan Nie Tianhuan, salah satu yang terkuat dalam level itu, jika adu kekuatan fisik secara langsung, tetap saja tak mampu menandinginya.

Nie Tianhuan menatap Bai Ou seakan melihat hantu.

Ia tak tahu perubahan apa yang terjadi pada Bai Ou. Meski Bai Ou telah menembus Transformasi Ketiga, mana mungkin seseorang yang baru saja masuk ke tahap itu bisa sekuat dan semenakutkan ini? Apalagi melukainya sedemikian parah.

Di sisi lain, Shi Kuang dan Ma Yu pun menunjukkan ekspresi serius. Mereka perlahan mengambil jarak, membentuk posisi saling mengawasi. Adegan barusan benar-benar mengguncang mereka.